Produk Pembanding

Anda memiliki dari 8 produk yang dapat dibandingkan.

Produk Pembanding

Anda memiliki dari 8 produk yang dapat dibandingkan.


Bandingkan sekarang

Hidup sesuai kebutuhan

Apakah mungkin bagi keluarga dengan anggota yang akan bertambah tinggal nyaman di apartemen kecil di tengah hiruk-pikuk kota dan tetap menjalankan konsep ramah lingkungan? Dua desainer interior ini akan menunjukkan caranya pada Anda.
Smiling, late-twenties man and pregnant woman in front of a brick wall, a small boy in the middle; the man holds a cat.
Black-and-white, face-focused sketch of the two interior designers featured in the text, Jenny Wik and Emilia Ljungberg.
Temui sang desainer
Desainer interior Jenny Wik dan Emilia Ljungberg diminta untuk menciptakan sebuah rumah untuk tiga anggota keluarga, sebentar lagi empat, yang sangat menyukai kehidupan di kota. Di sinilah mereka merasa di rumah, di mana mereka mengenal orang-orang, tetapi tinggal di ruang kecil juga tentang mereka memilih gaya hidup yang lebih berkelanjutan. "Kami ingin menciptakan sebuah oase di kota besar, di mana keluarga memiliki ruang untuk setiap kebutuhan dan gaya hidup yang mereka inginkan," kata Emilia.
Living room with sofa, armchair and a boy in a children’s armchair. Room lined with rack of knobs with display storage.
"Keluarga ini hanya memiliki benda yang mereka suka, dan tidak lebih dari yang mereka butuhkan. Meski tinggal di tempat yang kecil, mereka tetap membutuhkan solusi penyimpanan yang baik. Baik penyimpanan tertutup dan terbuka sama-sama menambah keindahan pada interior rumah."
Emilia Ljungberg, desainer interior IKEA
Pantry-like kitchen section; kitchen island with wooden crates snugly placed in corner underneath shelves with pickle jars.
Bahan alami yang tahan lama
Sebanyak mungkin keluarga ini mencoba menghindari produk sekali pakai. Nampan plastik diganti dengan kotak kayu, kantong plastik dengan tas jaring dan kertas tisu dengan serbet kain. Kayu, kapas, linen, kaca, keramik, gabus dan masih banyak lagi, tambahkan nuansa alami, meski tinggal di tengah kota besar.
Neat, small, traditional-style kitchen with pantry and kitchen table; colour palette combination of dark and light surfaces.
Kebahagiaan pedesaan - dalam suasana tengah kota
Banyak dari kita mengambil warna putih dan cerah ketika memilih warna untuk ruang yang kecil. Itu semua cocok, tentu saja, tapi ada waktu ketika perbedaan membuat ruangan terlihat hidup. Di area dapur keluarga ini, Emilia dan Jenny menggunakan pintu LERHYTTAN warna hitam yang membuat meja dapur, rak dinding dan wastafel warna putih terlihat dominan. Pencahayaan yang baik, pintu kaca dan penyimpanan terbuka membuat ruangan terlihat segar.
Section of living room with big windows. Dining table with seating for a small family, beside it a high, traditional cabinet.
Fungsi yang fleksibel sebagai pemenangnya
Apartemen ini penuh dengan solusi pintar. Ada yang terlihat jelas, seperti penyimpanan HAVSTA dengan pintu kaca geser yang praktis, meja yang dapat dipanjangkan, sempurna ketika anggota keluarga semakin bertambah (dan ketika Anda mengundang teman), serta sofa tempat tidur sebagai pelengkap dari desain ruang tamu kecil sederhana yang menawarkan ranjang nyaman untuk tamu yang menginap. Bahkan detail kecil pun dipikirkan dengan baik. "Penting membuat barang mudah dicapai, dan disimpan dengan cara pintar," ungkap Jenny.
Corner of a room sectioned off with a curtain, behind it a child’s cot with lamp, toys, books and a soft-toy puppy.
Warna dari alam
Warna-warna yang digunakan terinspirasi oleh alam - mulai dari warna cokelat tanah dan krem pasir hingga warna biru laut. "Kami bekerja dengan banyak nuansa. Hal ini melembutkan suasana ruang," kata Jenny. Dan tidak hanya warna yang membawa kelembutan, tapi juga tekstil. "Tekstil menambah kehangatan dan dapat membantu mendefinisikan ruangan. Seperti karpet bundar di sampir tempat tidur anak - yang membuat sudut tersebut benar-benar menjadi miliknya," kata Emilia.
Bedroom with airy feel, natural materials and a simply arranged canopy hung over the bed. Wardrobe along the back wall.
Solusi penyimpanan yang kreatif
Lemari pakaian PAX memiliki kedalaman 38 cm sehingga sempurna untuk tempat tinggal kecil. Di sebelahnya, Emilia dan Jenny memasang rak LACK - memanfaatkan ruang kecil dan bersamaan menciptakan kesan custom.
Schematic illustration, like a blueprint, of the apartment acting backdrop and props for the other images in this piece.
Kami senang melihat pelanggan berkreasi dengan produk kami. Silakan saja! Namun perlu diketahui bahwa mengubah atau memodifikasi produk IKEA sehingga tidak dapat dijual kembali atau digunakan seperti tujuan awalnya, berarti jaminan komersial IKEA dan hak Anda untuk mengembalikan produk akan hilang.




 
Dibuat oleh
Desainer interior: Jenny Wik dan Emilia Ljungberg
Fotografer: Karl Andersson